Tampilkan postingan dengan label Mutiara Qolbu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Qolbu. Tampilkan semua postingan

16 Februari 2012

Manfaat Bersedekah

Kita bahas sedikit yuk.. Ibadah sedekah adalah ibadah yang tidak hanya melibatkan dua pihak yaitu pihak pemberi dan Tuhan tapi juga pihak ketiga yaitu pihak penerima. Ibadah sedekah selalu ada tiga pihak yaitu Pemberi, penerima dan Tuhan. Sehingga manfaat Ibadah Sedekah lebih dari dari Ibadah sendiri (fardu ain).

Berdasarkan kenyataan dalam kehidupan banyak ditemukan keajaiban, hikmah dan manfaat sedekah dan hal ini di luar logika manusia. Orang yang biasa bersedekah batin dan fisiknya akan selalu sehat karena batin terisi dengan kebahagiaan, keihklasan menolong sesama.

Apakah Sedekah harus menunggu iklas?

Pertanyaan diatas pasti pernah terlintas di pikiran dan hati kita. Ternyata menurut Ustadz Yusuf Mansur keikhlasan-pun harus dilatih. Tanamkan kebiasaan dalam bersedekah baik besar maupun kecil dalam kehidupan sehari-hari kita. Ikhlas butuh proses untuk eksis dibalik kondisi susah dan senang, baik sedang sehat ataupun sakit. Sehingga bila terlatih apapun kondisi kehidupan kita rasa ikhlas bersedekah akan selalu ada. Jadi kesimpulannya Niat Sedekah tidak perlu menunggu ikhlas. lakukan saja..

Manfaat sedekah yang di luar logika bisa dibuktikan dengan contoh kehidupan dibawah ini. Satu lagi yang namanya rezeki itu tidak hanya berbentuk uang dan materi. Rezeki bisa berbentuk nikmat iman dan kebahagiaan lainnya. Misalnya:



  • Melipatgandakan rezeki seseorang

  • Sulit cari pekerjaan atau wirausaha? bersedekahlah

  • Sulit punya keturunan atau batin tidak tenang, dll

Dengan izin Allah permasalahan diatas bisa segera teratasi. Rezeki semakin berlipat, mudah mendapat pekerjaan atau memperoleh penghasilan dan juga bagi yang belum punya keturunan Insya Allah diberikan Amanah mendapat keturunan. Bagi yang Kaya bersedekah malah akan semakin bertambah rezekinya.

Khususnya bagi sahabat yang sedang dalam kesusahan cobalah untuk bersedekah (meskipun terasa berat) maka tunggulah akan datangnya rezeki yang tidak terduga dan tidak disangka-sangka. Besar dan kecil nilai sedekah hendaknya dibarengi keikhlasan dalam melakukannya.
Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat

Manfaat Sholat Dhuha

Pagi itu mentari berada diseperempat ubun-ubun (7 Hasta). Saya melihat rekan-rekan saya berbondong-bondong masuk ke masjid untuk melaksanakan sholat sunnat Dhuha. Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sholat dhuha . Berikut beberapa hadist shohih yang menerangkan manfaat sholat Dhuha “ Rasullullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat sholat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya. “ (HR Hakim & Tabrani); dan juga “Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat subuh karena melakukan i’ktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi); “Dari Ummu Hani bahwa Rasullah SAW shalat dhuha 8 Rakaat dan Bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud); “Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata ,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha”. Beliau bersabda ,? Shalat awwabin (Duha’) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi) Subhanallah begitu banyak janji-janji Allah kepada kita yang mau mengerjakan sholat sunnat ini.



Waktu yang tepat untuk melaksanakan Sholat dhuha adalah ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhu diutamakan kira-kira sekitar pukul 10 pagi. Jumlah Raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dengan setiap 2 rakaat disertai 1 kali salam dan dikerjakan secara Munfarid (tidak berjamaah), Caranya sebagai berikut : Niat didalam hati bebarengan dengan takbiratul ikhram; Aku niat shalat Dhuha 2 rakaaat karena allah”; Membaca doa Iftitah; Membaca surat Al Fatihah ; Membaca satu surat dalam Alquran. Afdolnya rakaat pertama surat Asy-Syams dan rakaat kedua surat AL-Lail ; Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali; I’tidal dan membaca bacaanya; Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali; setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali; Rakaat-Rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas pada dasarnya sama seperti sholat pada umumnya namun lebih ditekankan saat membaca surat pendek sangat disarankan rakaat pertama surat Asy-Syams dan kedua surat Al-Lail

02 November 2011

MAKNA IDUL ADHA




Idul Adha (di Indonesia, Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Tahun 2011 akan jatuh pada hari minggu 06 Nopember 2011. Pada hari tersebut diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim.

Di Indonesia hewan kurban biasanya adalah kambing, sapi, atau bahkan kerbau, dan hasil penyembelaihan di bagikan pada tetangga sekitar yang kurang beruntung atau bahkan di bagikan pada warga sekitar masjid baik yang mampu atau yang sedang berkuban saat itu, ini merupakan syiar agar di tahun mendatang bisa berkurban demi makna hari raya idul kurban.

Penetapan Idul Adha
Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah Haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

«اَلْحَجُّ عَرَفَةُ»

Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah. (HR at-Tirmidzi, Ibn. Majah, al-Baihaqi, ad-Daruquthni, Ahmad, dan al-Hakim. Al-Hakim berkomentar, “Hadits ini sahih, sekalipun beliau berdua [Bukhari-Muslim] tidak mengeluarkannya”).

Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:

«عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللهِ e أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا»

Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni. Ad-Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”).

Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan haji dilaksanakan, untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada amir Makkah.


sumber: wikipedia.org

01 Agustus 2011

Resep dari Malaikat


Seseorang yang berputus asa karena kesempitan hidupnya memutuskan untuk bunuh diri. Ia mengambil sebilah pisau untuk menikam jantungnya, tetapi tiba-tiba ia merasa takut mati dengan cara itu, maka ia memutuskan untuk bunuh diri dengan meminum racun.

Cara ini pun dia batalkan karena katanya, "saya akan terlalu lama kesakitan. Manjatuhkan diri dari puncak gunung akan merenggut nyawaku lebih cepat," begitu pikirnya.

Namun setelah sampai dipuncak, ia takut melihat curamnya lembah. Maka ia memutuskan untuk meminta bantuan orang lain agar merenggut nyawanya. Namun, setiap orang yang ditemuinya merasa heran dan enggan memenuhi perminataan tersebut.

Akhirnya ia bertemu 'seseorang' yang dimohonnya agar mencabut nyawanya. Yang ditemuinya bertanya:

"Apakah Anda mengenal saya?"
"Tidak," jawab orang yang ingin bunuh diri.
"Saya adalah Izrail, malaikat pencabut nyawa," ujar sosok itu.
"Aduhai, telah lama saya mencari Anda. Tolonglah cabut nyawaku!!"
"Tidak! Aku hanya mencabut nyawa jika ada perintah Allah, dan aku belum mendapat perintah-Nya menyangkut dirimu," jawab malaikat pencabut nyawa.

Setelah menguraikan sebab keinginannya mengakhiri hidupnya, malaikat memberinya 'resep' agar memperoleh rezeki, berupa ramuan yang dapat menyembuhkan penyakit. Malaikat berpesan, "Berilah pada pasienmu dan perhatikanlah, jika kau melihatku berada pada arah kepala pasien, maka ketahuilah bahwa ia akan segera mati. Engkau tidak perlu mengobatinya, dan bila Engakau melihatku berada di arah kakinya, maka obatilah ia karena ajal yang ditetapkan Allah baginya belum tiba."

Suatu ketika dia sendiri yang sakit. Ramuan malaikat pun disiapkannya untuk mengobati dirinya, tapi ia melihat malaikat berada pada arah kepalanya, maka ia memutar posisinya, namun malaikat ikut memutar posisi sambil berkata, "Dahulu Engkau enggan hidup dan mengharapkan mati, tapi Allah belum menghendaki. Kini Engkau enggan mati, tapi Allah memerintahkanku mencabut nyawamu. Sudi atau tak sudi, Engkau harus kembali kepada-Nya karena ajalmu telah tiba



Hikayat Ramadhan Hari Ini

Kisah Imam Masjid yang Tergelincir


Suatu ketika seorang imam masjid, yang seringkali menurut pada istrinya, bermaksud menuju ke masjid mengimami jamaah di pagi hari yang sedang dilanda hujan lebat dan gelap gulita. Istrinya memintanya agar tidak perlu ke masjid, khawatir ia terjatuh, tapi sang suami berkeras.

Ia pun keluar rumah, tetapi baru saja beberapa langkah berjalan, dia tergelincir sehingga terpaksa kembali untuk berganti pakaian. Setibanya dirumah, sang istri meledeknya dan berkata, "Bukankah telah kukatakan tak perlu ke masjid?" setelah berganti pakaian, sang imam keluar lagi dan menuju ke masjid.

Tetapi pada kali kedua ini pun dia gagal sehingga harus kembali lagi kerumahnya untuk mengganti pakaian. Istri sungguh marah, tapi suami tidak mengurungkan niatnya. Sambil berjalan keluar rumah ia mendengar ucapan istrinya: "Kalau Engkau pergi dan terjatuh lagi, aku tidak akan membantumu lagi."

Dalam perjalanannya sang imam bertemu seseorang yang membawa lentera dan menuntunnya sampai ke masjid. Setibanya di masjid sang penuntun meninggalkannya dan enggan salat bersama.

Ketika ditanya siapa dia, penuntun itu menjawab: "Aku adalah setan, tadi kudengar percakapan malaikat ketika Engkau jatuh pertama kali bahwa seisi rumahmu diampuni Tuhan berkat langkahmu. Lalu ketika Engkau jatuh untuk kedua kalinya, kudengar bahwa berkat tekadmu, Tuhan telah mengampuni dosa penduduk kampung ini. Aku khawatir jika yang ketiga engkau pun terjatuh, jangan sampai Tuhan mengampuni dosa seluruh penduduk negeri. Aku tidak ingin hal itu terjadi, maka aku menuntunmu agar engkau sampai ke masjid tanpa terjatuh."



Hikayat Ramadhan Hari Ini

Kala Guru Besar Setan Memberi Pesan


Seorang Guru Besar setan mengajar para setan pemula bagaimana mereka memalingkan manusia dari ajaran Tuhan. Berikut beberapa butir pesan Guru Besar itu:

Pertama, adalah suatu kekeliruan yang dilakukan oleh setan-setan pemula, ketika mereka menduga bahwa kegembiraan adalah jerat atau sarana setan menjerumuskan putra-putri Adam. Manusia masih tetap dapat berada dalam lingkungan Tuhan selama masih ada tempat dalam hatinya untuk kegembiraan. Kalian harus membedakan berbagai jenis kegembiraan itu dengan kegembiraan yang melahirkan hura-hura dan sesuatu yang tidak berguna. Yang inilah yang menjadi sasaran setan.

Kedua, tidak perlu memberi perhatian besar kepada mereka yang beragama ketika hati mereka dipenuhi keraguan akibat keraguan dan bencana yang terjadi. Seseorang yang beragama, yang kepercayaannya goyah karena krisis-krisis itu. Tidak harus dirayu dan digoda, ia akan terjerumus sendiri.

Ketiga, setan-setan pemula hendaknya jangan merasa sulit dan berputus asa menghadapi para penganjur kebajikan yang berbangga dengan diri mereka dihadapan orang lain. Sikap mereka itu sebenarnya telah mendekati apa yang diaharapkan oleh setan, bahkan sejak dini sifat demikian telah dapat melahirkan aneka hal yang didambakan setan.

Keempat, bukan tugas setan menyebarkan ateisme, karena siapa yang mengingkari wujud Tuhan, mengingkari pula wujud setan. Tugas setan kepada orang yang percaya adalah menghilangkan harapan mereka dan membiarkan mereka beribadah dengan menutup mata sehingga tidak melihat kebajikan mukjizat Tuhan yang tampak pada makhluk-Nya lagi terbentang luas pengaturan-pengaturan-Nya.

Kelima, jerat yang paling ampuh menjerumuskan manusia adalah ketika ia berpisah dari kondisi masa kini, dan sepenuhnya menuju masa depan. Yang demikian itu menjadikan ia terputus dari masa kini dan masa lalu, bergntung pada kebatilan, serta faktor-faktor keputusasaan dan kebencian.

Keenam, hendaklah setan pemula selalu mengingat, bahwa menanamkan kebencian adalah tugas pokok menyangkut isme-isme masa depan, tanpa harus memerhatikan nama-nama yang disandangnya. Tidak ada perbedaan antara komunisme, fasisme, eksistensialisme, dan sebagainya, selama jiwa manusia sepi dari rasa cinta serta dipenuhi oleh kebencian dan permusuhan.

Ketujuh, sukses dari segala sukses yang didambakan adalah pada saat manusia memandang alam raya itu kosong dari keajaiban, atau menilainya sebagai sekadar himpunan dari peristiwa-peristiwa biasa yang sama dan berulang-ulang.



HIkayat Ramadhan Hari Ini


26 November 2009

Tabungan Haji



Berawal dari menabung, sementara niat yang tulus sudah tertanam dihatinya, ini lah langka yang istimewa buat dirinya. Masing –masing orang pasti berpikir lain ada yang mengutamakan duniawi atau bahkan memikirkan kekayaan.

Sementara tukang cukur rambut tradisional yang selalu berkeliling dari kampung kekampung sudah ada niatan, dia tidak merokok demi niatan tersebut bahkan kehidupannyapun bisa dikatakan sederhana. Tapi karena niatan yang istimewa dan tulus iklas itulah beliau bisa memberikan yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya.

Ternyata niatan tersebut cukup lama terkabulkan karena kisah yang berawal tahun 1989 hingga tahun 2007, berawal dari menabung disebuah bank negara yang akhirnya beliau bisa terbang dan berangkat menunaikan Ibadah Haji pada tahun 2007 tsb. Sungguh luar biasa tak kalah kesabaran menunggu, bahkan berangkatnyapun bersama sang istri tercintanya.

Memang Ibadah Haji membutuhkan kekuatan total mulai dari fisik, Iman, dan tak luput adalah material. Nah di jaman yang sudah modern ini ternyata sangat banyak difasilitasisai oleh negara khususnya bagi orang-orang yang ingin berniat Ibadah Haji, karena diBank-bank tertentu sudah banyak yang mengadakan tabungan Haji. Nah inilah bisa kita manfaatkan untuk hal tersebut karena kita akan dipermudah mulai dari awal menabung hingga kita berangkat nanti, dan bahkan pendaftaranya pun kita akan dipermudah.

Mulailah dari awal menabung dengan do’a dan niat untuk Ibadah Haji. Semoga bagi anda yang berkeinginan pergi ibadah Haji, bisa dipermudah. Namun saat ini Depag memberikan aturan yang mana kita akan masuk daftar tunggu (waiting list) untuk dalam pulau daftar tunggunya sekitar 3 tahun dan untuk Luar pulau daftar tunggunya 4-5 tahun. Tapi menurut saya biar bagaimanapun niat awal kita itulah niscaya akan mendapatkan ijin dariNya. Dan untuk nilai/besarnya biaya yang kita keluarkan tiap tahun akan terus berubah dan pemerintah pasti akan memberikan yang terbaik dari pelayannya tiap tahun pasti akan selalu diperbaiki.
.

25 November 2009

Perjalanan Calon Haji ke Tanah Suci 2009

Kali ini Komunitas Jalan Jalan ingin mengikuti perjalanan Calon Jamaah haji ke Tanah Suci tahun 2009 ini, karena semakin tahun semakin rapi tata cara perjalanannya sehingga kenikmatan dalam berangkat ibadah haji semakin di rasakan. Karena pemberangkatan terakhir sudah terlaksana tuntas pada 21 Nov 2009 dan sesuai jadwal rencana operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2009 ini.

Selama ini, sorotan transportasi haji dibagi dalam dua persoalan. Pertama, transportasi antar negara Indonesia-Saudi pergi pulang (pp), kedua, transportasi antar kota: Jeddah, Madinah-Makkah, Makkah-Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), serta dari pemondokan ke Masjidil Haram Makkah.

Masih terkait dengan problem transportasi selama berhaji, persoalan transportasi antar kota di Saudi pun telah diantisipasi. Bahkan Menag RI pun meninjau langsung ke Saudi mendahului pemberangkatan kloter terakhir (Gel II). Menurut Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Departemen Agama, Drs. H.M.A.Ghafur Djawahir, transportasi antar kota perhajian di Saudi Arabia, Jeddah-Madinah-Mekkah dan Arafah-Mudzalifah-Mina, dilaksanakan oleh pemerintah Arab Saudi (Naqobah). Transportasi dari pemon-dokan menuju Masjidil Haram (pp) bagi jemaah yang tinggal lebih dari 2 km dari Masjidil Haram (Ring II) diserahkan pada Muassasah Asia Tenggara.

Pemberangkatan kloter pertama pada 23 Oktober 2009 dan kloter terakhir (Gelombang II) pada 21 November 2009. Sedangkan pemulangan kloter pertama (Gelombang I) rencana pada 2 Desember 2009 dan pemulangan kloter terakhir (Gel. II) pada 31 Desember 2009.

Pelaksanaan pemberangkatan kloter Gel. I yang berlangsung selama 15 hari sebagian jemaah mendarat di Madinah. Mereka adalah yang diberangkatkan dari Embarkasi Medan, Batam, Jakarta dan Surabaya. Sedangkan sisanya mendarat di Jeddah. Pada Gel. II yang juga berlangsung selama 15 hari, jemaah datang dari seluruh Embarkasi dan mendarat di Jeddah.
Pada Gel. I, pemulangan jemaah melalui Jeddah. Gel. II sebagian jemaah dipulangkan dari Madinah, yaitu jemaah yang diberangkatkan pada Gel. II dari Embarkasi Medan, Batan, Jakarta dan Surabaya. Selebihnya dipulangkan melalui Jeddah.

Operasional pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji menjadi tanggungjawab Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal PHU, dengan personil terdiri dari unsur Departemen Agama, Departemen Perhubungan, Imigrasi, Bea Cukai, Departemen Kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Seluruh pengawasan dan pengendalian operasional dilakukan oleh PPIH Pusat.

Bagi jemaah yang sakit dan belum dapat dipulangkan pada masa operasional, akan dipulangkan ke Tanah Air setelah sembuh. Pemulangan mereka menjadi tanggung jawab maskapai penerbangan.

Dengan layanan sistem transportasi haji yang makin rapi, diharapkan para jemaah pun bisa khusyuk menjalankan ibadah, sehingga mereka menjadi haji yang mabrur.

(Sumber: Ditjen PHU Depag RI) & detik dot com


12 Oktober 2009

Penyumbat Saluran Rezeki (manfaat sedekah)


Sobat Blogger dari kita benggong atau yg lagi melamun... ya mending kita baca-baca tulisan dari AaGym ya..

Moga aja ada manfaat dari tulisan beliau.

Demikian...



Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.

Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. “Kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?” “Mengapa hati saya tidak pernah tenang?” Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apa saja penyebabnya?

Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.

Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.

Kedua, dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya. Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat. Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.

Ketiga, maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membuat rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.

Kelima, enggan bersedekah. Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, Sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin.

( KH Abdullah Gymnastiar )
..

21 Agustus 2009

Selamat Datang Ramadhan


Setiap datang bulan Ramadhan selalu kita harus menyambut dengan semangat "Marhaban ya Ramadhan !" , Selamat Datang Ramadhan, Demikian sambutan-sambutan dimana-mana bahkan spanduk-spanduk dan bentuk yang lain, Bahkan ada konser yang menamakan Konser Religi Menyambut Bulan Ramadhan, Seolah-olah, Ramadhan memang merupakan tamu yang dinanti-nanti kedatangannya. "karena Bagi kamu yang menyambut dengan gembira bulan Ramadhan/bulan puasa ini niscaya tubuhmu tidak akan di jilat oleh api neraka"

18 Mei 2009

One menit Please


Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjiduntuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!


Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.


betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.


Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namunkita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.


Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.


Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namunlebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid


Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namunalangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.


Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap padasaat terakhir untuk event yang menyenangkan.


Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.


Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.


Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema


Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atauberpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

''

01 Desember 2008

KHASANAH DALAM CERITA

Cerita ini boleh dibaca tapi jangan di pahami dengan hati.
Dilihat dari kondisi yang sering dialami dari kita semua yang seiman? selalu ada krenteg/keinginan yang sama dan sebangun bidang, itu hanya kadang masih sering menggelayuti di alam pikiran?. Dan sepertinya ... dari obrolan-obrolan dengan teman-teman yang aku simak ada hal seperti/senada juga ada dalam benak pikiran mereka semua. Ya tatkala ketika jauh dengan keluarga, apalagi yang berada diseberang sana.. isitalane ”keletan rancah lan omboning samodro, !! ada juga pepatah jawa, ”Golek upo sak unturo kanggo keluargo”. Kalau dalam lagu jauh dimata dekat dihati... dan masih banyak yang lainya. saya kira suasana dan nuansa yang dialami masing-masing tidak jauh berbeda dengan kita-kita semua.

Persis ketika yang saya alami dan teman-teman, berbagai pikiran yang berkecamuk apapun yang dirasakan mehhh podo wahe... so pasti pingin deket dengan ortu, keluarga & saudara, membahagiakan ortu, amat sangat mulia, walaupun masih status bujang atau yang sudah berdampingan dengan istri semua sama pikirannya.
Ada yang sangat realitas, ketika kita jauh dari orang tua yang kita cintai, pasti kita inginnya bisa sungkem dll dalam pikiran kita, tapi itu perlu biaya dan waktu yang lumayan, disatu sisi secara finansial bisa dikatakan, cukup kanggo maem-e dewe. Sehingga apa yang terjadi kita menabung setahun, tapi pada saat kita pulang, tabungan kita gunakan... setelah itu entek entung...? ada yang mengatakan habis ditelan bumi, ada juga yang mengatakan mengalir seiring air pegunungan, ada yang mengatakan ah.. sudah mengalir, tapi perasaan ini hampir dialami semua teman-teman kita, istilane komunitas penderitaan ... eh sama-sama menderita kok bangga.

Ahh.. ini hanya cobaan aja katanya hehehe gitu aja kok repot...... bahkan bisa jadi tidak sedikit yang lebih berat dan jauh dari pelosok negeri. Itu kata pepatah, biarpun begitu tapi kita pasti ada hiburan bila tatapan kita lebih diarahkan kebawah. Bahkan ada yang sampe sujud syukur karena dia gak sampe terperosok lebih dalam.
Bahkan tidak sedikit yang ber-finansial minim hanya sekedar senin-kemis, kembang kempis, buka tutup, gali lubang tutup lubang, bahkan ada yang untuk makan aja susaaaaaaaaahhh.

Memang kenyataan yang dihadapkan dengan posisi dan kondisi yang delematis & deplomatis, dramatis. nah Extrimnya kalo mau keluar juga belum tentu ada jaminan selanjutnya, sementara untuk terus bertahan ada saja yang kurang sreg dan yang belum terpuaskan, termasuk angan-angan masa depan kita nanti. Sementara itu ada juga yang mengajukan usulan seperti dengan alasan orang tua (ya memang sudah tua) dan lain sebagainya.. itu semua nggak mempan, sama aja dengan menyiram garam dilaut madura. Kalau nggak bisa akhire merelahkan dirinya untuk bertahan sampe lulus nanti, itu kata-kata yang terakhir terlontarkan., walaupun tetap ada grundel neng ati. Karena keinginan yang lebih baik dimasa depan.

Ada khasanah yang menarik, Ketika Allah telah menciptakan adanya warna-warni, sejak azali, zaman dahulu kalah, rasanya sunatullah pula kalau yang ada tidak hanya putih. Banyak warna yang lain ada hijau, ungu, lansep, hitem meles. Bahkan sampe yang warna semburat, apalagi sekarang ada yang effect, spotlight, dsb-dsb. Itu pun demikian yang kita alami pasti ada sisi lain yang tidak selamanya terpaku pada satu warna saja, Belum lagi bahwa segalanya akan dipergilirkan??

Bukankah dengan semacam itu kita jadi tambah pengetahuan, pengalaman, pemahaman dan penghayatan. Bangga sedikit boleh kan, karena kalau terlalu bangga bisa jadi boomerah buat kita. Terutama dalam membaca tanda-tanda jaman, ayat-ayat Allah, baik yang tertulis maupun yang mutasyabihat, dari Khasanah alam budaya dimana bumi yang kita injak, langit yang kita junjung, udara yang kita sedot dll.

Kalau demikian tersegarkan kembali, ketika kita mendapatkan pembekalan dari yang sudah senior-senior. Penyegaran dalam mengemban tugas setiap kita yang namanya manusia muslim atau dalam bahasa agama yaitu da’wah. Walaupun masih grothal-grathul dan bersemburatan bahasanya tapi senantiasa menamakan dengan da’wah. Dan yang pernah mengalami atau merasakan, tidak semuanya nyaman/nikmat, Katanya memang dunia itu......!! memang manusia tidak ada batasnya untuk memiliki ”wallahu a’lam bishowab.

Wassalam... akan berlanjut pada episoade da’wa yang lain.

By. tri.ji.com