Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

06 Februari 2013

Klenteng Hoo Tong Bio di Banyuwangi


Klenteng Ho Tong Bio terletak di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Kota Banyuwangi, tepatnya di daerah Pecinan, suatu wilayah dimana orang-orang Banyuwangi keturunan Cina tinggal. Klenteng ini di juluki dengan Benteng perlindungan orang-orang Cina dan didirikan sekitar tahun 1768-1784, oleh Tan Hu Cin Jin. Berdirinya Klenteng Ho Tong Bio berkaitan dengan sejarah di Batavia. Pada waktu terjadi pembantaian orang-orang Cina oleh VOC di Batavia, seorang kapten kapal Cina yang bernama Tan Hu Cinjin dan krunya memimpin pelarian, tetapi kapaInya terdampar di Banyuwangi. Akhirnya mereka memutuskan untuk menetap di Banyuwangi dan membangun Klenteng tersebut. Untuk menghormati kebesaran sang nakhoda tersebut, akhirnya setiap hari ulang tahunnya, diperingati secara besar-besaran.
di kutip dari :  http://banyuwangitourism.com/

06 April 2011

Polisi bernyanyi

Pak Polisi yang sedang menghibur diri dikalah kepenatan saat berjaga di pos penjagaan, maklum berhari-hari duduk berjaga sungguh menjenuhkan, ini kemungkinan satu satunya hiburan yang termasuk hobynya bernyanyi india... tapi yang membuat kagum beliau disamping bisa menghibur diri juga menghibur teman-teman seperti di beritakan di tv-tv swasta setelah pelatihan selesai dengan bernyanyi dan berjoged di depan teman temannya. Dan memang hoby bernyanyi sangat banyak di miliki beberapa orang bahkan pejabat-pejabat negara, seorang dokter dan sebagainya. Sedangkan polisi pakaian seragam bernyanyipun banyak di lakukan di acara-acara televisi yang mengundang untuk acara hiburan dan bernyanyi bersama.

14 September 2010

SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H, (2010)

Lemat lembut bunyi kecapi
dimainkan orang sambil bernyanyi
Salah dimulut sakit di hati
Ampun dan maaf tolong di beri
Berharap padi dalam lesung
Yang ada cuma rumpun jerami
Harapan hati bertemu langsung
Cuma bisa menulis di blog ini.
Kepada siapapun yang pernah mampir di blog saya ini
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H
MOHON MAAF LAHIR BATIN
.

18 September 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H

.
Seperti Ketupat,
Jalinlah tali silaturahmi rapat
dan erat...

Kepada Semua teman-teman Blogger yang pernah mampir di Blog

KOMUNITAS JALAN JALAN

MENGUCAPKAN

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faizin
MOHON MAAF LAHIR BATHIN





28 Juli 2009

AYOOOOOOO TAK GENDONGG



Namanya menjadi populer berkat lagu Tak Gendong yang sering diputar di televisi. Penampilan Mbah Surip, demikian ia biasa dipanggil yang unik juga jadi salah satu ciri khasnya. Dengan rambut rasta ala penyanyi reggae dan tawanya yang lepas menjadi ciri dari Mbah Surip.

Dilahirkan di Mojokerto, 5 Mei 1949 dengan nama asli Urip Ariyanto adalah duda dengan empat orang anak sekaligus kakek dari empat cucu. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak, tambang berlian bahkan lelaki yang memiliki gelar Drs, Insinyur dan MBA ini pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California.

Dalam perjalanan bermusiknya, ia telah mengeluarkan beberapa album yang dimulainya sejak 1997. Beberapa albumnya antara lain, IJO ROYO-ROYO (1997), INDONESIA I (1998), REFORMASI (1998), TAK GENDONG (2003) dan BARANG BARU (2004).

Tak Gendong sendiri ia ciptakan pada 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip lagu ini memiliki makna filosofi tersendiri, yakni belajar salah.

Lagu Tak Gendong ini memiliki rasa music tersendiri dan menurut saya lagu ini bakal awet di ingatan, karena liriknya sederhana dan mudah di cernah oleh siapapun.

Ayoooooo nyanyi sama-sama…

Tak gendong kemana-mana…
Tak gendong kemana-mana…
Enak donk, mantep donk…
Dari pada kamu naik pesawat kedinginan…
Mendingan tak gendong to…
Enak to, mantep to…
Ayo… Kemana…
Hahaha…

25 Mei 2009

MADU TIGA FROM DHANI ACHMAD

Ini bukan menyuruh untuk berpoligami, tapi banyak hal tersebut sudah dilakukan oleh bebepara orang ada da’i kondang, artis, pelawak, pemilik pesantren, pengusaha dll.

Sang pentolan Grup Dewa19 Ahmad Dhani telah menlantunkan lagu madu tiga, katanya sih lagu ini unik, Vidioclipnya juga unik katanya sambil berkampanye poligami 3 istri. Kampanye apa kampanye ya.. Lirik lagu madu 3 istri ini sebenarnya biasa-biasa aja tapi sepertinya bakalan menjadi kontroversi karena cukup banyak yang tidak suka dengan lagu tsb khususnya para ibu-ibu atau semua para kaum hawa itu tidak bisa menerima begitu saja atas sindiran lagu-lagu tsb.

Entah mengapa kok menjadi inspirasi boss Manajemen Republik Cinta untuk menciptakan lagu madu tiga, apakah memang menyukai kontroversi atau memang dia bermadu tiga dengan kontroversinya setelah/sebelum pisahan dengan sang istrinya.
Ataukah jangan-jangan dia habis berguru ke “syeh pudji” disemarang.

Tapi menurut saya itu adalah bisnis atau duit-duit dan duit lagi, maka judul apa saya so pasti jadi inspirasinya menjadi karya seni lagu/musik. Disamping itu para wartawan dan infotaiment sangat suka dengan makna kontroversi apa saja pasti dihubung-hubungkan dengan kontroversi agar menjadi bumbu penyedap dari infotaiment tsb. Dan akhirnya ya sama-sama mencari dan mencari pendatapan yang sebesar-besarnya.

Sebelum menutup posting ini ada baiknya kita simak lirik lagunya dan juga cordnya untuk belajar bermain musik,

Madu Tiga Akhmad Dhani

Dm
Aiiiii.. senangnya dalam hati

A
kalau beristri dua

Gm Dm
Oh seperti dunia

E A
Ana yang punya

Dm
Kepada istri tua

A
Kanda sayang padamu

G m Dm
Oh kepada isteri muda

A Dm
I say i love you



C
Istri tua merajuk

Gm
Balik ke rumah istri muda

A
Kalau dua-dua merajuk

A
Ana kawin tiga


Dm
Mesti pandai pembohong

A
Mesti pandai temberang

Gm Dm
Oh tetapi jangan sampai

A Dm
Hai pecah tembelang

[interlude] Dm A Gm Dm E A
Dm A Gm Dm A D
Gm Dm A Dm 2x


Lalu Apa bener ya lagu itu sebuah karya seni atau terinspirasi ??
Saksikan aja di tv tv pasti anda menemukan hal tersebut.
.


-

22 Januari 2009

Telaga Hati


Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah
Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama,
lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan
"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua.
"Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.
Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu.
Sesampai di sana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.
"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah."
Saat si pemuda mereguk air itu.
Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya ?" "Segar", sahut si pemuda.
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua. "Tidak, " sahut pemuda itu.
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata: "Anak muda, dengarkan baik-baik.
Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang.
Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama.
Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup,
hanya ada satu yang kamu dapat lakukan
"Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu".

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:
"Hatimu adalah wadah itu; Perasaanmu adalah tempat itu; Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.
Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu,
dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.

Karena Hidup adalah sebuah pilihan,
mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang?
Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik"

fr : anonim