Area basah macam kamar mandi dan dapur memerlukan lapisan dinding yang kuat. Ini disebabkan oleh efek dari aktivitas yang ada di sana. Tanpa pelapis dinding yang tepat, dinding kamar mandi atau dapur dapat berubah lembap, kotor, dan menjadi tidak sehat. Tanpa pelapis yang anti air, dinding dapat lebih cepat rusak. Keramik dapat menjadi solusi tepat.
Mengapa? Keramik punya pori yang kecil karena diproses melalui mesin. Selain kedap air, ceramic juga memiliki lapisan luar yang kuat dan tidak mudah tergores. Kerajinan keramik juga banyak dimanfaatkan untuk pajangan karena memiliki nilai estetika. Sehingga dia termasuk pernak pernik dan bisa dijadikan kerajinan souvenir juga.
Bagi Anda yang ingin menambahkan keramik sebagai lapisan dinding dapur ataupun kamar mandi, pilihlah keramik dengan kualitas tinggi. Kecenderungan akan terkena cairan, macam sabun, shampo, ataupun sisa masakan bahkan cipratan minyak goreng, dapat menjadikan keramik cepat kotor. Beberapa jenis keramik kualitas bawah bahkan masih menyisakan pori-pori lembut pada permukaannya. Lewat pori-pori ini kotoran tadi meresap ke bagian dalam ceramic. Ini menjadikan keramik sulit dibersihkan dan tak indah lagi.
Selain itu juga keramik dapat dijadikan pernak pernik. Banyak benda yang memiliki nilai estetika yang dapat dibuat dari bahan dasar ini. Untuk mendapatkannnya Anda bisa datang ke toko keramik, misalnya kerajinan keramik Jakarta. - roky
05 Desember 2008
TIPS JEPRET FOTO FOTO
Dalam fotografi, kita mengenal istilah candid camera. Ini berarti bahwa subjek yang kita potret tidak dalam kondisi berpose atau 'sadar' kamera. Hasilnya pun terlihat lebih natural, spontan, dan tidak dibuat-buat.Untuk candid camera, kita tidak perlu dipusingkan dengan berbagai macam teknik yang rumit. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil jepretan yang memikat, ada kiat-kiat khususnya. Berikut 12 tips jitu:
1. Bawa kamera kemana pun Anda pergi. Siap-siaplah untuk menjepret setiap saat, karena momen menarik bisa hadir di depan mata kapan saja. Kita bisa saja membuatnya di dalam bingkai foto sehingga menjadi menarik.
2. Perhatikan kondisi sekitar Anda. Hal-hal sederhana bisa menjadi objek menarik untuk dibidik dengan kamera Anda. Misalnya, kepolosan tingkah laku bayi, dan anda bisa mengabadikannya dalam sebuah figura foto, dalam hal ini adalah baby figura.
3. Sigaplah untuk siap membidik, karena tidak mudah mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambar secara candid. Jadi ketika ada momen bagus, jangan ragu untuk langsung menjepret.
4. Jangan terlalu memusingkan teknik-teknik lighting yang rumit. Berfokuslah pada teknik yang sederhana, dan gunakan fitur otomatis kamera. Ini akan memudahkan Anda. Berbagai masalah teknis, seperti gambar terlalu terang atau gelap dapat disiasati dengan editing komputer. Anda bisa memberikan baby gift (hadiah bayi) berupa foto-foto mereka, simpel sebenarnya, tapi bisa bermakna besar.
5. Setinglah kamera pada ISO 400, sehingga kamera menggunakan shutter speed yang cepat. Hal ini memungkinkan Anda untuk menangkap momen dengan tepat meski Anda sedang bergerak.
6. Anda tidak perlu selalu memotret dengan kamera pada posisi mata. Mungkin, Anda bisa meletakkan kamera di pinggang saat mengambil gambar. Di sini memang dibutuhkan pengalaman dan keberuntungan untuk mendapatkan gambar yang bagus.
7. Gunakan lensa zoom paling maksimal sehingga Anda dapat menjaga jarak dari subjek jepretan Anda saat memotret. Jangan pernah mengambil foto punggung orang, ini akan menghasilkan gambar yang membosankan.
8. Cobalah untuk meng-convert gambar ke posisi 'Black and White' untuk mendapatkan hasil yang lebih emosional.
9. Momen 'orang sedang melakukan sesuatu' akan menjadi foto candid yang bagus. Misalnya, atlet, pedagang, petani. Cobalah untuk meng-capture inti dari pekerjaan orang tersebut. Misalnya, meng-capture tukang ledeng yang sedang berkutat memperbaiki pipa bocor atau yang lainnya.
10. Jika Anda berada di tempat umum, sah-sah saja memotret orang. Jika Anda merasa tidak enak untuk mengambil gambar orang tanpa sepengetahuannya, tak ada salahnya Anda meminta izin. Mintalah subjek untuk tidak berpose, bersikap senatural mungkin dan tetap melanjutkan aktivitasnya. Tidak masalah juga Anda menaruh di dinding dengan bingkai foto menarik.
Jangan pernah bosan untuk berlatih dan mencoba terus-menerus. Cobalah berbagai macam angle, tempat dan scene yang berbeda-beda. Anda juga bisa mencari inspirasi dari foto candid orang lain. Latihan terus menerus akan mengasah kemampuan Anda. Hasilnya bisa Anda pajang di dinding rumah, berupa bingkai foto atau figura foto yang memiliki nilai estetika. (rekanan)
1. Bawa kamera kemana pun Anda pergi. Siap-siaplah untuk menjepret setiap saat, karena momen menarik bisa hadir di depan mata kapan saja. Kita bisa saja membuatnya di dalam bingkai foto sehingga menjadi menarik.
2. Perhatikan kondisi sekitar Anda. Hal-hal sederhana bisa menjadi objek menarik untuk dibidik dengan kamera Anda. Misalnya, kepolosan tingkah laku bayi, dan anda bisa mengabadikannya dalam sebuah figura foto, dalam hal ini adalah baby figura.
3. Sigaplah untuk siap membidik, karena tidak mudah mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambar secara candid. Jadi ketika ada momen bagus, jangan ragu untuk langsung menjepret.
4. Jangan terlalu memusingkan teknik-teknik lighting yang rumit. Berfokuslah pada teknik yang sederhana, dan gunakan fitur otomatis kamera. Ini akan memudahkan Anda. Berbagai masalah teknis, seperti gambar terlalu terang atau gelap dapat disiasati dengan editing komputer. Anda bisa memberikan baby gift (hadiah bayi) berupa foto-foto mereka, simpel sebenarnya, tapi bisa bermakna besar.
5. Setinglah kamera pada ISO 400, sehingga kamera menggunakan shutter speed yang cepat. Hal ini memungkinkan Anda untuk menangkap momen dengan tepat meski Anda sedang bergerak.
6. Anda tidak perlu selalu memotret dengan kamera pada posisi mata. Mungkin, Anda bisa meletakkan kamera di pinggang saat mengambil gambar. Di sini memang dibutuhkan pengalaman dan keberuntungan untuk mendapatkan gambar yang bagus.
7. Gunakan lensa zoom paling maksimal sehingga Anda dapat menjaga jarak dari subjek jepretan Anda saat memotret. Jangan pernah mengambil foto punggung orang, ini akan menghasilkan gambar yang membosankan.
8. Cobalah untuk meng-convert gambar ke posisi 'Black and White' untuk mendapatkan hasil yang lebih emosional.
9. Momen 'orang sedang melakukan sesuatu' akan menjadi foto candid yang bagus. Misalnya, atlet, pedagang, petani. Cobalah untuk meng-capture inti dari pekerjaan orang tersebut. Misalnya, meng-capture tukang ledeng yang sedang berkutat memperbaiki pipa bocor atau yang lainnya.
10. Jika Anda berada di tempat umum, sah-sah saja memotret orang. Jika Anda merasa tidak enak untuk mengambil gambar orang tanpa sepengetahuannya, tak ada salahnya Anda meminta izin. Mintalah subjek untuk tidak berpose, bersikap senatural mungkin dan tetap melanjutkan aktivitasnya. Tidak masalah juga Anda menaruh di dinding dengan bingkai foto menarik.
Jangan pernah bosan untuk berlatih dan mencoba terus-menerus. Cobalah berbagai macam angle, tempat dan scene yang berbeda-beda. Anda juga bisa mencari inspirasi dari foto candid orang lain. Latihan terus menerus akan mengasah kemampuan Anda. Hasilnya bisa Anda pajang di dinding rumah, berupa bingkai foto atau figura foto yang memiliki nilai estetika. (rekanan)
JALAN SEHAT
Terlintas ketika sedang melakukan jalan-jalan pagi, pasti terpaku pada cuaca yang masih dingin sehingga bermalasan untuk bangun, namun ketika kita sudah komitmen untuk bangun pagi dan melaksanakan jalan-jalan pagi.. woh pastilah kita bergegas dari tempat tidur kita yang semalam termimpi-mimpi.
Melakukan aktivitas jalan-jalan pagi merupakan kegiatan memiliki kenikmatan tersendiri bagi yang suka melakukan. di kota Gandrung Banyuwangi cukup sejuk udaranya, karena banyuwangi di apit pegunungan yang cukup dikenal yaitu G.Ijen, dari kejauhan warna kebiruan melintas di ufuk barat bujur utara dengan embun pagi yang masih bergalanyut di dahan-dahan, dan merdu kicau burung-burung masih mengiringi kita berjalan menyusuruhi pagi. Pertama cukup singkat saja hanya memutari komplek perumahan sebagai pemanasan, tetapi lama-kelamaan bisa lintas perumahan bahkan lintas jalan. Bersama keluarga memanglah menyenangkan apalagi bisa bercengkerama dengan anak-anak yang bisa menambah ketentraman keluarga, bahkan ada anak-anak yang asik membawa sepeda pancal atau sepatu roda. Dari perjalanan Jalan-jalan setiap hari minggu pagi terlintas di pikiran alangkah indahkan jika komunitas jalan-jalan pagi ini memiliki blog di internet. Bagi yang suka melakukan jalan-jalan sehat tidak peduli anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak dan para manula. Pasti setiap hari minggu seabrek kegiatan jalan sehat tersebut terlintas di jalan-jalan kota banyuwangi.
From: tr
Melakukan aktivitas jalan-jalan pagi merupakan kegiatan memiliki kenikmatan tersendiri bagi yang suka melakukan. di kota Gandrung Banyuwangi cukup sejuk udaranya, karena banyuwangi di apit pegunungan yang cukup dikenal yaitu G.Ijen, dari kejauhan warna kebiruan melintas di ufuk barat bujur utara dengan embun pagi yang masih bergalanyut di dahan-dahan, dan merdu kicau burung-burung masih mengiringi kita berjalan menyusuruhi pagi. Pertama cukup singkat saja hanya memutari komplek perumahan sebagai pemanasan, tetapi lama-kelamaan bisa lintas perumahan bahkan lintas jalan. Bersama keluarga memanglah menyenangkan apalagi bisa bercengkerama dengan anak-anak yang bisa menambah ketentraman keluarga, bahkan ada anak-anak yang asik membawa sepeda pancal atau sepatu roda. Dari perjalanan Jalan-jalan setiap hari minggu pagi terlintas di pikiran alangkah indahkan jika komunitas jalan-jalan pagi ini memiliki blog di internet. Bagi yang suka melakukan jalan-jalan sehat tidak peduli anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak dan para manula. Pasti setiap hari minggu seabrek kegiatan jalan sehat tersebut terlintas di jalan-jalan kota banyuwangi.
From: tr
04 Desember 2008
Komentar / Saran
Pengisian Komentar dan Saran ditujukan untuk mendapatkan inputan/komentar/saran mengenai Blog ini, inputan yang masuk akan dijadikan sebagai feedback untuk lebih meningkatkan kualitas di masa yang akan datang. Silahkan untuk klik / mengisi Komentar di bawah ini.
01 Desember 2008
KHASANAH DALAM CERITA
Cerita ini boleh dibaca tapi jangan di pahami dengan hati.
Dilihat dari kondisi yang sering dialami dari kita semua yang seiman? selalu ada krenteg/keinginan yang sama dan sebangun bidang, itu hanya kadang masih sering menggelayuti di alam pikiran?. Dan sepertinya ... dari obrolan-obrolan dengan teman-teman yang aku simak ada hal seperti/senada juga ada dalam benak pikiran mereka semua. Ya tatkala ketika jauh dengan keluarga, apalagi yang berada diseberang sana.. isitalane ”keletan rancah lan omboning samodro, !! ada juga pepatah jawa, ”Golek upo sak unturo kanggo keluargo”. Kalau dalam lagu jauh dimata dekat dihati... dan masih banyak yang lainya. saya kira suasana dan nuansa yang dialami masing-masing tidak jauh berbeda dengan kita-kita semua.
Persis ketika yang saya alami dan teman-teman, berbagai pikiran yang berkecamuk apapun yang dirasakan mehhh podo wahe... so pasti pingin deket dengan ortu, keluarga & saudara, membahagiakan ortu, amat sangat mulia, walaupun masih status bujang atau yang sudah berdampingan dengan istri semua sama pikirannya.
Ada yang sangat realitas, ketika kita jauh dari orang tua yang kita cintai, pasti kita inginnya bisa sungkem dll dalam pikiran kita, tapi itu perlu biaya dan waktu yang lumayan, disatu sisi secara finansial bisa dikatakan, cukup kanggo maem-e dewe. Sehingga apa yang terjadi kita menabung setahun, tapi pada saat kita pulang, tabungan kita gunakan... setelah itu entek entung...? ada yang mengatakan habis ditelan bumi, ada juga yang mengatakan mengalir seiring air pegunungan, ada yang mengatakan ah.. sudah mengalir, tapi perasaan ini hampir dialami semua teman-teman kita, istilane komunitas penderitaan ... eh sama-sama menderita kok bangga.
Ahh.. ini hanya cobaan aja katanya hehehe gitu aja kok repot...... bahkan bisa jadi tidak sedikit yang lebih berat dan jauh dari pelosok negeri. Itu kata pepatah, biarpun begitu tapi kita pasti ada hiburan bila tatapan kita lebih diarahkan kebawah. Bahkan ada yang sampe sujud syukur karena dia gak sampe terperosok lebih dalam.
Bahkan tidak sedikit yang ber-finansial minim hanya sekedar senin-kemis, kembang kempis, buka tutup, gali lubang tutup lubang, bahkan ada yang untuk makan aja susaaaaaaaaahhh.
Memang kenyataan yang dihadapkan dengan posisi dan kondisi yang delematis & deplomatis, dramatis. nah Extrimnya kalo mau keluar juga belum tentu ada jaminan selanjutnya, sementara untuk terus bertahan ada saja yang kurang sreg dan yang belum terpuaskan, termasuk angan-angan masa depan kita nanti. Sementara itu ada juga yang mengajukan usulan seperti dengan alasan orang tua (ya memang sudah tua) dan lain sebagainya.. itu semua nggak mempan, sama aja dengan menyiram garam dilaut madura. Kalau nggak bisa akhire merelahkan dirinya untuk bertahan sampe lulus nanti, itu kata-kata yang terakhir terlontarkan., walaupun tetap ada grundel neng ati. Karena keinginan yang lebih baik dimasa depan.
Ada khasanah yang menarik, Ketika Allah telah menciptakan adanya warna-warni, sejak azali, zaman dahulu kalah, rasanya sunatullah pula kalau yang ada tidak hanya putih. Banyak warna yang lain ada hijau, ungu, lansep, hitem meles. Bahkan sampe yang warna semburat, apalagi sekarang ada yang effect, spotlight, dsb-dsb. Itu pun demikian yang kita alami pasti ada sisi lain yang tidak selamanya terpaku pada satu warna saja, Belum lagi bahwa segalanya akan dipergilirkan??
Bukankah dengan semacam itu kita jadi tambah pengetahuan, pengalaman, pemahaman dan penghayatan. Bangga sedikit boleh kan, karena kalau terlalu bangga bisa jadi boomerah buat kita. Terutama dalam membaca tanda-tanda jaman, ayat-ayat Allah, baik yang tertulis maupun yang mutasyabihat, dari Khasanah alam budaya dimana bumi yang kita injak, langit yang kita junjung, udara yang kita sedot dll.
Kalau demikian tersegarkan kembali, ketika kita mendapatkan pembekalan dari yang sudah senior-senior. Penyegaran dalam mengemban tugas setiap kita yang namanya manusia muslim atau dalam bahasa agama yaitu da’wah. Walaupun masih grothal-grathul dan bersemburatan bahasanya tapi senantiasa menamakan dengan da’wah. Dan yang pernah mengalami atau merasakan, tidak semuanya nyaman/nikmat, Katanya memang dunia itu......!! memang manusia tidak ada batasnya untuk memiliki ”wallahu a’lam bishowab.
Wassalam... akan berlanjut pada episoade da’wa yang lain.
By. tri.ji.com
Dilihat dari kondisi yang sering dialami dari kita semua yang seiman? selalu ada krenteg/keinginan yang sama dan sebangun bidang, itu hanya kadang masih sering menggelayuti di alam pikiran?. Dan sepertinya ... dari obrolan-obrolan dengan teman-teman yang aku simak ada hal seperti/senada juga ada dalam benak pikiran mereka semua. Ya tatkala ketika jauh dengan keluarga, apalagi yang berada diseberang sana.. isitalane ”keletan rancah lan omboning samodro, !! ada juga pepatah jawa, ”Golek upo sak unturo kanggo keluargo”. Kalau dalam lagu jauh dimata dekat dihati... dan masih banyak yang lainya. saya kira suasana dan nuansa yang dialami masing-masing tidak jauh berbeda dengan kita-kita semua.
Persis ketika yang saya alami dan teman-teman, berbagai pikiran yang berkecamuk apapun yang dirasakan mehhh podo wahe... so pasti pingin deket dengan ortu, keluarga & saudara, membahagiakan ortu, amat sangat mulia, walaupun masih status bujang atau yang sudah berdampingan dengan istri semua sama pikirannya.
Ada yang sangat realitas, ketika kita jauh dari orang tua yang kita cintai, pasti kita inginnya bisa sungkem dll dalam pikiran kita, tapi itu perlu biaya dan waktu yang lumayan, disatu sisi secara finansial bisa dikatakan, cukup kanggo maem-e dewe. Sehingga apa yang terjadi kita menabung setahun, tapi pada saat kita pulang, tabungan kita gunakan... setelah itu entek entung...? ada yang mengatakan habis ditelan bumi, ada juga yang mengatakan mengalir seiring air pegunungan, ada yang mengatakan ah.. sudah mengalir, tapi perasaan ini hampir dialami semua teman-teman kita, istilane komunitas penderitaan ... eh sama-sama menderita kok bangga.
Ahh.. ini hanya cobaan aja katanya hehehe gitu aja kok repot...... bahkan bisa jadi tidak sedikit yang lebih berat dan jauh dari pelosok negeri. Itu kata pepatah, biarpun begitu tapi kita pasti ada hiburan bila tatapan kita lebih diarahkan kebawah. Bahkan ada yang sampe sujud syukur karena dia gak sampe terperosok lebih dalam.
Bahkan tidak sedikit yang ber-finansial minim hanya sekedar senin-kemis, kembang kempis, buka tutup, gali lubang tutup lubang, bahkan ada yang untuk makan aja susaaaaaaaaahhh.
Memang kenyataan yang dihadapkan dengan posisi dan kondisi yang delematis & deplomatis, dramatis. nah Extrimnya kalo mau keluar juga belum tentu ada jaminan selanjutnya, sementara untuk terus bertahan ada saja yang kurang sreg dan yang belum terpuaskan, termasuk angan-angan masa depan kita nanti. Sementara itu ada juga yang mengajukan usulan seperti dengan alasan orang tua (ya memang sudah tua) dan lain sebagainya.. itu semua nggak mempan, sama aja dengan menyiram garam dilaut madura. Kalau nggak bisa akhire merelahkan dirinya untuk bertahan sampe lulus nanti, itu kata-kata yang terakhir terlontarkan., walaupun tetap ada grundel neng ati. Karena keinginan yang lebih baik dimasa depan.
Ada khasanah yang menarik, Ketika Allah telah menciptakan adanya warna-warni, sejak azali, zaman dahulu kalah, rasanya sunatullah pula kalau yang ada tidak hanya putih. Banyak warna yang lain ada hijau, ungu, lansep, hitem meles. Bahkan sampe yang warna semburat, apalagi sekarang ada yang effect, spotlight, dsb-dsb. Itu pun demikian yang kita alami pasti ada sisi lain yang tidak selamanya terpaku pada satu warna saja, Belum lagi bahwa segalanya akan dipergilirkan??
Bukankah dengan semacam itu kita jadi tambah pengetahuan, pengalaman, pemahaman dan penghayatan. Bangga sedikit boleh kan, karena kalau terlalu bangga bisa jadi boomerah buat kita. Terutama dalam membaca tanda-tanda jaman, ayat-ayat Allah, baik yang tertulis maupun yang mutasyabihat, dari Khasanah alam budaya dimana bumi yang kita injak, langit yang kita junjung, udara yang kita sedot dll.
Kalau demikian tersegarkan kembali, ketika kita mendapatkan pembekalan dari yang sudah senior-senior. Penyegaran dalam mengemban tugas setiap kita yang namanya manusia muslim atau dalam bahasa agama yaitu da’wah. Walaupun masih grothal-grathul dan bersemburatan bahasanya tapi senantiasa menamakan dengan da’wah. Dan yang pernah mengalami atau merasakan, tidak semuanya nyaman/nikmat, Katanya memang dunia itu......!! memang manusia tidak ada batasnya untuk memiliki ”wallahu a’lam bishowab.
Wassalam... akan berlanjut pada episoade da’wa yang lain.
By. tri.ji.com
Langganan:
Postingan (Atom)