24 Desember 2008

Jalan Jalan Mengetahui Sejarah Banyuwangi


Sejarah Banyuwangi tidak lepas dari sejarah Kerajaan Blambangan. Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan bagian dari Kerajaan Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC menganggap blambangan sebagai wilayah kekuasannya, atas dasar penyerahan kekuasaan jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II kepada VOC. Namun VOC tidak pernah benar-benar menancapkan kekuasaanya sampai pada akhir abad 17, ketika pemerintah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Kerajaan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenal sebagai komplek Inggrisan adalah tempat dimana pemerintah inggris mendirikan kantor dagangnya.
VOC segera bergerak untuk mengamankan kekuasaanya atas Blambangan pada akhir abad 17. Hal ini menyulit perang besar selama 5 tahun (1767-1772). Dalam peperangan itu terdapat satu pertempuran dahsyat yang disebut Puputan Bayu sebagai merupakan usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri dari belenggu VOC. Pertempuran Puputan Bayu terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi. Namun pada akhirnya VOC lah yang memperoleh kemenangan dengan diangkatnya R. Wiroguno I (Mas Alit) sebagai bupati Banyuwangi pertama dan tanda runtuhnya kerajaan Blambangan.
Tokoh sejarah fiksi yang terkenal adalah Putri Sritanjung yang di bunuh oleh suaminya di pinggir sungai karena suaminya sangsi akan janin dalam rahimnya bukan merupakan anaknya tapi hasil perselingkuhan ketika dia di tinggal menuju medan perang. Dengan sumpah janjinya kepada sang suami sang putri berkata jika darahku yang mengalir di sungai ini amis memang janin ini bukan anakmu tapi jika berbau harum (wangi) maka janin ini adalah anakmu. Maka seketika itu darah yang mengalir ke dalam sungai terebut berbau wangi, maka menyesalah sang suami yang dikenal sebagai Raden Banterang ini dan menamai daerah itu sebagai Banyuwangi.
Tokoh sejarah lain ialah Minak Djinggo, seorang Adipati dari Blambangan yang memberontak terhadap kerajaan Majapahit dan dapat ditumpas oleh utusan Majapahit yaitu Damarwulan --
Dx251208....

Among the Garífuna people of Belize



Among the Garífuna people of Belize, fishermen rise before daybreak to head out to sea. Women work farms, raise the children, and prepare meals of fresh fish and cassava, plantains, pineapples, and coconuts plucked from village trees

18 Desember 2008

SUASANA AKHIR JAMAAH HAJI DI MAKKAH


Hari-hari terakhir jamaah haji di Makkah betul-betul dimanfaatkan untuk beribadah sebanyak-banyaknya. Meski sebagian jamaah sudah dipulangkan ke tanah air, di Masjidil Haram siang maupun malam selalu ramai oleh jamaah
Sepasang jamaah haji Indonesia melahap makananya untuk menganjal perut sampai waktu salat tiba.
Jauhnya pemondokan haji Indonesia dari Masjidil Haram membuat para jamaah memilih membeli makanan untuk mengganjal perut. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan waktu agar tetap bisa mengukuti salat wajib di Masjidil Haram


Antre di warung makan cepat saji di sekitar Masjidil Haram seperti KFC, Matam Al Heraa dan lainnya, ternyata di sana ada Warung/Restoran makan cepat saji ya..?

HARI JADI BANYUWANGI 237


Word Bikin Cepat Membuat Kartu Nama

Butuh kartu nama dalam waktu singkat? Aplikasi pengolah kata bisa membantu membuatkannya untuk Anda. Desainnya memang sederhana, tetapi Anda tetap bisa membuatnya tampil profesional.
Langkah-langkahnya tidak rumit. Anda tinggal memanfaatkan kotak dialog Envelopes and Labels. Agar lebih menarik, Anda bisa menyisipkan gambar dengan fasilitas Insert dan membuat pinggiran (border) yang bergaya.
Kartu nama tersebut bisa langsung dicetak atau disimpan dulu desainnya untuk dicetak lain waktu. Kalau Anda kurang yakin dengan kemampuan printer yang Anda miliki, bawa saja file desain kartu nama Anda ke percetakan terdekat.
Tentu saja lebih menyenangkan bila Anda memiliki sebuah printer yang handal. Anda tinggal membeli kertas dan mencetak sendiri buah karya Anda di rumah.
Dalam tutorial singkat berikut, kami menggunakan Microsoft Word 2003.
1.Buka program Word. Pada menu Tools, pilih Letters and Mailings dan klik. Envelopes and Labels.
2.Klik tab Labels. Pada kotak Address, masukkan informasi yang ingin Anda tampilkan di kartu nama, misalnya nama dan jabatan Anda; nama perusahaan; alamat dan nomor telepon; dan alamat e-mail.
3. Sekarang, mari kita mengatur font dan posisi teks di kartu nama. Klik kanan di kotak Address untuk menampilkan menu shortcut. Klik Font atau Paragraph. Atur jenis, ukuran dan tampilan font, serta letak teks.
4. Biarkan opsi default yang ada di bagian Print: Full page of the same label. Dengan opsi tersebut dalam keadaan terpilih, Anda bisa mencetak beberapa lembar kartu nama sekaligus dalam satu lembar kertas khusus untuk kartu nama (utamanya produk Avery).
5. Klik Options dan di bawah Printer information, pilih jenis printer yang Anda gunakan. Sedangkan di bawah Label products, biarkan setting default-nya (Avery Standard).6. Pilih nomor kartu di bagian Product number. Pilih salah satu dari jenis (Type) Business Card yang tersedia.
7. Klik tombol Details untuk menampilkan kotak dialog tipe kartu nama yang Anda pilih. Lewat kotak dialog ini Anda bisa mengatur ukuran lembar kertas untuk mencetak kartu. Di bagian Page size, klik kotak daftar yang ada dan pilih ukuran kertasnya, misalnya A4 (21 x 29,7cm).
8. Perubahan ukuran ini mengharuskan Anda mengisikan nama di bagian Label name. Klik OK dan kartu Anda akan dimasukkan sebagai bagian dari kategori Other/Custom oleh Word. Klik OK lagi untuk keluar dari kotak dialog Label Options.9. Jika Anda ingin langsung mencetak kartu, masukkan lembaran kertas ke printer dan klik tombol Print di kotak dialog Envelopes and Labels.
10. Namun bila Anda ingin menyimpan desain kartu dan dicetak kapan-kapan, tekan tombol New Document. Word pun akan menampilkan kartu nama Anda (Word memberi nama Labels pada dokumen yang belum disimpan). Klik Save di toolbar.

By. Rocker anak muda Indonesia