09 Juni 2009

“Mencicipi Uniknya Rujak Soto Khas Banyuwangi”


Kali ini KOmunitas Jalan-Jalan ingin memberikan tulisan yang bernuansa Kuliner, semoga saja Wisata Kuliner kali ini bisa memberikan warna baru bagi kita semua, mana mungkin akan melakukan perjalanan ke Kota Gandrung BAnyuwangi.

Banyuwangi terkenal akan seni dan budayanya, yang dikenal dengan Gandrung Blambangan. Tapi disamping itu, juga memiliki beberapa makanan khas yang tidak kalah mantapnya dengan daerah lain. Sebut saja, ada sego cawuk, sego tempong juga rujak soto, dan masih banyak lagi. Yuk mencicipi satu diantara makanan tersebut yang sering membuat penasaran yaitu Rujak Soto.

Sebelumnya kita sedikit mengulas tentang sego cawuk adalah lebih dikenal dengan nasi santan kelapa dengan sedikit jagung muda, kalau sego tempong lebih dikenal dengan nasi sambal sayur, ok kita keBanyuwangi saja ya…Letaknya berjarak sekitar 250 km dari Surabaya menuju sebelah timur Jawa Timur. Banyuwangi dapat dicapai dari dua jalur jalan darat yaitu jalur utara dan jalur selatan. Jalur utara merupakan jalur pantura melewati Situbondo hingga masuk Banyuwangi melewati hutan baliran dan pelabuhan ketapang. Sedangkan jalur selatan merupakan pecahan dari jalur pantura dari kota Probolinggo melewati pegunungan kumitir kabupaten Jember.

Begitu tiba dikota Gandrung Banyuwangi, dalam urusan mencari makanan dari warung atau resto yang khas, Banyuwangi memang masih kalah dibandingkan Surabaya. Kota ini tak begitu kaya makanan khas. Tapi disini anda bisa mencicipi masakan yang tak bisa anda dapatkan dikota-kota lain yaitu Rujak Soto.
Sekilas namanya, makanan ini sangat unik. Yang namanya Rujak ya rujak begitu juga dengan sajian soto ya soto. Tapi bagi masyarakat Banyuwangi, makanan tersebut merupakan satu kesatuan yang tersaji dalam seporsi dan semangkuk. Sedikit aneh memang, mungkin ada pertanyaan bagaimana ya rasanya..?

Melihat sekilas penampilannya memang tidak mengudang selera, namun begitu dicicipi wah.. rasanya mantap. Rujak Soto merupakan perpaduan dari rujak petis yang dipadukan dengan soto daging atau jerohan. Bagaimana tidak unik, sajian petis kok dicampur dengan kuah soto?. Pasti rasanya aneh, ada rasa asin, manis dan kadang memungkinkan aroma amis. Ups itu bagi orang-orang yang tidak bisa memasaknya, pasti citarasa tersebut akan timbul. Lain halnya, dengan mereka yang sudah ahli dan sudah terbiasa memasak rujak soto alah Banyuwangi.

Tidak banyak para ahli yang mengetahui bagaimana asal usul dari makanan ini, apakah orang-orang jaman dulu secara tidak sengaja memcampurkan kedua makanan ini?. Jika mau mencicipi rujak soto ada baiknya kosongkan perut dulu, baru santap banyak-banyak rujak soto itu pasti mengenyangkan dan maknyussssssss.

Jika kita melihat cara meraciknya atau membuatnya memang cukup unik. Memang layaknya membuat rujak petis, ada campuran bumbu kacang, bawang goreng, sedikit terasi dan pisang batu, semua itu diuleg hingga halus dan ditambah sayur-mayur dan buah-buahan. Bahan rujak uleg yang sudah jadi tersebut di masukkan ke mangkok dan di siram dengan kuah soto daging yang masih keadaan hangat ditambah irisan telur asin, semakin mantap citarasa rujak soto ini. Seporsi rujak soto tersebut rata-rata di banyuwangi berkisar Rp.4000 - Rp.6000,-. Sampai kapanpun ketenaran rujak soto di Banyuwangi sangat dinikmati sebagai makanan sehari-hari. Jika ke Banyuwangi jangan sampai dilupakan cari di warung-warung bahkan Restoran atau diHotelpun telah menyediahkan makanan khas tersebut demi melestrasikan makanan khas kota Gandrung Banyuwangi.
..

7 komentar:

  1. apa tuh sego cawuk?
    maksudnya porsi sedikit "sak cawuk-an" gitu ya??

    BalasHapus
  2. Untuk mbak Elsa... Sego cawuk yaitu lebih dikenal dengan nasi dengan sayur ada kuah santan kelapa dengan sedikit jagung muda ada ikan teri atau ikan asin, tempe dll tergantung selera, ini biasanya sering disajikan dalam bentuk bungkusan daun pisang (pincuk). tapi lebih cepat basi karena mengandung santan kelapa.

    Jadi bukan sego yang cawuk-cawuk. ini hanya namanya saja sego cawuk.

    ok lebih baiknya datang aja ke Banyuwangi. nanti saya antar berWisata kuliner, pokoke Maknyussssssssss dech

    BalasHapus
  3. Kapan ya bisa wisata kuliner di Banyuwangi ? ^_^

    BalasHapus
  4. Slrrruuup perlu dicoba nich, nyum nyum nyum...
    makasih ya kunjungannya, sorry baru sempet mampir.

    BalasHapus
  5. Karena background blog aku warnanya coklat, makanya aku pilih tulisan warna putih.
    Kalau tulisannya hitam... gak keliatan dong.

    BalasHapus
  6. salam kenal..biasanya saya cuma melewati saja banyuwangi..soalnya cuma jadi transit city ke Bali...tapi kyknya unik juga ya...

    BalasHapus
  7. sudah pernah ke kawah ijen sih... gak kuat naiknya. mendaki banget. akhirnya saya pernah pingsan di sana. hehehehehehee
    tapi emang kawah ijen menakjupkan!!

    BalasHapus

Isi komentarnya ya.. tapi jangan spam lho...