26 Agustus 2010

Tunjangan Hari Raya (THR)





Sepekan sebelum Lebaran, karyawan biasanya telah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan tempatnya bekerja. Meski jumlahnya mencapai satu kali bulan gaji, seringkali THR langsung habis tanpa bekas.

Sebenarnya, THR akan lebih bermanfaat bila dikelola dengan baik. THR dapat Anda gunakan untuk membayar zakat, memberi uang bagi sanak keluarga saat Idulfitri, menyiapkan hidangan Lebaran, membeli pakaian dan perlengkapan ibadah, serta untuk bekal mudik.

Tapi, akan lebih baik bila Anda menyisihkan sebagian THR untuk ditabung. "Kita bisa sisihkan 10 persen dari THR kita untuk menambah tabungan, deposito, tabungan dana pendidikan anak, atau dibelikan emas, sehingga THR tersebut lebih bermanfaat itupun kalau ada kelebihan setelah di pergunakan keperluan yang sebenarnya.

Yang terpenting, tetap sesuaikan belanja dengan uang Anda punya. Hindarkan berutang Agar anda bisa menikmati Lebaran yang fitri tanpa pusing memikirkan utang di belakang hari.

Karena banyak berbagai kalangan uang THR malah lebih di manfaatkan untuk menutup hutang atau untuk menambah bangunan rumah, atau untuk membeli kendaraan bermotor. Yang akhirnya pada saat hari raya kebingunngan dan memilih berhutang lagi.

Pada pandangan pakar ekonomi THR itu harus di gunakan sebagaimana untuk memanfaakan momen hari raya tersebut. Nah lalu bagaimana dengan seseorang yang statusnya non karyawan artinya seorang wiraswasta atau pengusaha home industri, pada pemilik home industri atau wiraswasta juga seharusnya memperhitungkan dari pendapatannya sekian persen untuk di ambil sebagai THRnya sendiri yang dimanfaatkan untuk keperluan hari raya.

';;

3 komentar:

  1. hiks, aku belom pernah dapat THR...

    BalasHapus
  2. aah, aku mau minta THR ke Tante ELsa aaaah

    BalasHapus
  3. Selamat dan semoga bermanfaat bagi yang mendapatkan

    BalasHapus

Isi komentarnya ya.. tapi jangan spam lho...